Semua Akan KW Pada Waktunya

Beberapa waktu lalu saya terlibat dalam sebuah pembicaraan tentang barang barang branded. Yang pelakunya tentu saja sesama emak emak kayak eike..

Barang barang branded yang umum dipakai sehari hari adalah sepatu, tas, baju dan jam tangan. Barang barang yang gampang terlihat. Lha iyalaaaah…ngapain juga beli barang branded tapi rangorang ngga bisa notice. Rugi bandar kali ye….daleman bole beli ditukang jualan kelilingan, tapi tas, sepatu, baju ngga bermerk? Ngga banget gitchuuu….emang eike sobat misqeeen??? Gitu kali mindset mereka yang kalo ngga pake barang branded serasa masuk ke indomaret tanpa disapa selamat datang selamat berbelanja. Berasa hidup ini belum sempurna….tsaaaah..😎

Meaning…

Most of our concern is about appearance and image. Ya nggak si? Meskipun artinya harus dengan mengeluarkan uang yang bisa buat kasih makan fakir miskin sekecamatan.

I’m struck with this kind of lifestyle beberapa tahun yang lalu. Waktu itu eike baca di sebuah surat kabar tentang penyanyi Rossa yang waktu itu masih moncer (kebayang dong berita jaman kapan ini) yang diberitakan baru saja membeli sebuah tas seharga 80 juta. Lupa mereknya apa. Yang saya inget saya mikirnya….WTH???? Duit segitu bisa buat beli rumah didesa sak perabotannya kaleeee….(inget, jaman itu ya…)

Ngga tau ya..tapi trend akhir akhir ini orang rangorang lebih toleran dengan gaya hidup extravaganza seperti itu kayaknya. Inget ngga? Kemaren sempat viral video di sosmed tentang wawancara yang dilakukan seorang youtuber terhadap naqnaq muda high end yang ngga pernah merasakan beratnya mencari nafkah di bumi pertiwi yang loh jinawi ijo royo royo ini. Yang even me, yang terbiasa dengan feature news macam gitu aja sempat terbengong bengong. 7 million? For a hat??? Ck…ck…ck…

Belum harga sepatunya, bajunya, jam tangannya. Yang kalo buruh tandur tetangga saya tau harganya berapa, mungkin langsung shock dan istighfar ngga habis habis.

Sebenarnya apa sih yang bikin rangorang tu pada buta mata sama branded things dan jadi irasional gitu?

Untungnya atau apesnya ya…lingkungan saya, baik lingkungan kerja maupun lingkungan rumah, orang orangnya kebanyakan pada ngga ngeh sama branded things. Yang mereka paham umumnya adalah barang mahal atau murah. Bukan merknya. Jadi klo misal saya nih, berangkat kondangan pake tas Fossil ori, kemudian kebetulan tetangga juga pake tas model yang hampir sama dengan merk Fosil pake huruf S satu, mungkin mereka mikirnya oooooh…Bu Erna dan Bu X beli tasnya pasti ditoko yang sama….😁😁😁

Pada dasarnya sah sah aja sih pake barang branded. Yang ngga banget kalo jadi irasional gitu. Misal nih…maksain beli barang branded padahal masih ada atau banyak kewajiban finansial lain yang belum dipenuhi. Apalagi yang berhubungan dengan pihak eksternal. Ehem…hutang misalnya….uhuk!

Atau haruuuuuuuus banget pake barang branded padahal ada produk lain dengan kualitas sama tapi merek generik atau brand lokal dengan harga yang lebih reasonable. Dan yang lebih parah nih…suka barang branded demi gengsi, bukan demi kenyamanan akan penggunaan barang itu sendiri.

Jadi..kamu termasuk golongan madzhab branded minded yang mana nih gaes??😉😉