Nyicil Ayem


Hari Kamis tanggal 22 Desember kemarin saya memutuskan untuk ijin tidak masuk kerja selama sehari. Untuk apa??

Jadi begini ceritanya…

Sudah lama sekali sebenarnya saya pengin membuat paspor. Berhubung mimpi masa kecil saya yang sekarang telah berubah nama menjadi –mimpi masa kecil yang belum juga tercapai hingga masa tua-adalah traveling ke luar negeri, maka cukup menakjubkan juga bahwa sampai umur segini saya belum juga punya paspor. Yang otomatis menandakan juga kalau saya sama sekali belum pernah ke luar negeri…hehehe…syediiih ya…

Setelah sekian lama berangan angan,angan angan yg kebanyakan tenggelam dalam kesibukan,akhirnya saya dan suami sepakat,sehati,sejalan,ayo buat paspor! At least this is one step further to make my chilhood dream come true. Yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa kira kira istilahnya adalah “nyicil ayem” hehehe…Kebetulan timing nya juga lumayan pas. Karena Lintang juga pas liburan semester. Jadi bisa sekalian kasih Lintang pengalaman bagaimana membuat dokumen pribadi.

Sebagai pengguna Google search yg setia dan berdedikasi tinggi,maka mulailah saya melakukan riset kecil2an tentang prosedur pembuatan paspor, dan dokumen apa saja yg perlu disiapkan. Oh ya..karena Lintang menghabiskan liburan di rumah kami yang di Solo, maka kami putuskan untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Surakarta saja. 

Setelah browsing sana sini maka saya memutuskan untuk menyiapkan dokumen2 sbb :

  1. Kartu Keluarga
  2. Akta kelahiran
  3. Surat nikah
  4. KTP

Sedangkan untuk dokumen pribadi Lintang hanya akta kelahiran saja. Maklum, baru 9th,blm punya banyak tetek bengek dokumen pribadi.

Untuk efisiensi kami memutuskan untuk mendaftar secara online. Yang terbukti memang lebih efisien karena ternyata di Kanim Surakarta antrian utk pemohon paspor secara online jauh lebih sedikit daripada pemohon langsung atau walk in. Bagaimana cara mendaftar secara online? Langsung saja masuk ke website resmi imigrasi di www.imigrasi.go.id  

Buat kalian yang siap dengan koneksi internet dan punya bĂ nyak kesibukan,sangat disarankan untuk mendaftar secara online. Karena dalam proses daftar online,didalamnya sudah termasuk metode pembayaran ke tempat tempat yang telah ditunjuk. Sehingga ketika kita datang ke Kantor Imigrasi tinggal menunjukkan dokumen2 yang diperlukan dan mengikuti proses wawancara. Dan sesuai dengan pengamatan kami, untuk pendaftar non online di Kantor Imigrasi masih harus mengisi formulir2 yang cukup memakan waktu. Sedangkan utk pendaftaran online pengisian formulir ini sdh termasuk dalam proses online.

Bagaimana pengalaman kami saat datang ke Kantor Imigrasi Surakarta? Hmmm…cukup seru ternyata. Walaupun sudah dapat gambaran dari cerita teman suami yang baru saja membuat paspor sebelumnya,tetap saja kami agak terkaget2 ketika melihat banyaknya jumlah pemohon.Padahal kami sampai ke Kantor Imigrasi jam 6 pagi!!

Lebih detilnya tunggu postingan berikutnya ya…;)