Jilatlah Daku Kau Kutangkap..


Menyenangkan seseorang yang posisi tawarnya diatas kita, demi untuk mendapatkan imbalan tertentu dalam bahasa indonesia tidak baku biasa disebut dengan menjilat. Tentu saja bukan dalam arti harfiah. Karena jilat menjilat disini tidak melibatkan anggota tubuh berupa lidah. Yang memang biasanya bertugas dalam masalah jilat menjilat dalam arti sebenarnya.

Sebenarnya cukup naif jika di era serba koneksi dan korelasi serta si si lainnya ini, apabila seseorang tidak mempunyai ketrampilan jilat menjilat. Terutama jika anda berada dalam pusaran birokrasi yang tampak diluar seperti teriak teriak revolusi mental tetapi dalam kesejatian adalah penganut nggetih birokrasi ala orba yang sangat kental dengan bau akan hal hal yang sejenis dengan katebeletje.

Its all about koneksi dan relasi. Tanam budi sebanyak banyaknya.

Ini bukan tentang pahala atau sebanyak banyaknya menyimpan bekal akhirat. Ini adalah tentang waktu yang tepat untuk memanen budi yang kau tanamkan pada seseorang. Bak seorang mindring menagih utang panci.

Sungguh keahlian menjilat ini jika ditilik dari manfaat dan daya gunanya, perlu dimasukan dalam kurikulum pendidikan informal. Semacam LPK yang didalamnya kalian bisa memilih mau kursus mengemudi? menjahit? atau menjilat.

Sumber daya manusia yang dilengkapi dengan keahlian menjilat ini terbukti lebih tahan uji dan cenderung mempunyai peruntungan yang lebih bagus baik dalam karir maupun perolehan materi. Seapes apesnya seseorang yang mempunyai skill dalam perjilatan, adalah seberuntung beruntungnya seseorang yang naif dan hanya percaya pada kejujuran dan kerja keras. Saya sudah sering melihat orang jujur, dan biasanya naif, yang posisinya itu ituuuuu aja. Naik susah, turun sering. Walaupun biasanya tipe orang seperti ini akan kalem kalem aja dengan nasibnya. Tapi kan tetep aja toh, kadang kita suka gemes…eh om pakde mbokde, orang jujur di jaman sekarang itu tempatnya di museum. Jadi diorama. Tempat kita kasih tahu anak anak kita, ini lho nak..orang orang jujur jaman dahulu kala itu modelnya kayak gini. Sayangnya sekarang sudah punah…

Jadi ya, jika kalian ingin peruntungan kalian dalam hal apapun selalu cerah dalam prospek maupun dalam kenyataan, mulailah pergi ke toko buku. Cari judul Tips dan Trik Menjadi Penjilat Handal di Era Milenial. Niscaya ketika kalian khatam, kalian tidak perlu lagi kerja keras. Rekoso adalah jatahnya orang yang percaya kejujuran dan kerja keras. Kalian hanya perlu melatih lidah dan mimik muka. Merancang imej diri serta kemampuan berpura pura. Tambahi dengan bumbu sedikit kebohongan disana sini serta kemampuan meraup simpati.

And voila! Kalian adalah juara!!

*jilat/ji·lat/ v, menjilat/men·ji·lat/ v 1 menjulurkan lidah untuk merasai (mencolet dan sebagainya): anjing itu ~ kaki anak yang sedang duduk di kursi; 2 mulai merembet (tentang api): api itu dalam waktu singkat ~ dinding dan atap; 3 ki berbuat sesuatu supaya mendapat pujian (dinaikkan pangkat dan sebagainya): karena pandai ~ , ia lekas naik pangkat;~ bibir ki 1 ingin sekali; 2 memikirkan baik-baik; ~ ludah ki menarik kembali apa yang sudah dikatakan (memuji-muji apa yang dicela atau diumpat); ~ pantat ki berbuat sesuatu supaya mendapat pujian (dinaikkan pangkat dan sebagainya); mencari muka;

menjilat-jilat/men·ji·lat-ji·lat/ v 1 menjulurkan lidah berulang-ulang untuk merasai; 2 menjulur-julur (tentang lidah api); makin menjadi besar: nyala api yang besar itu ~ ke angkasa; 3 ki berkali-kali berusaha (berbuat) untuk mendapat pujian (dinaikkan pangkat, dan sebagainya) mengambil-ambil hati (atasan); 

jilatan/ji·lat·an/ n 1 yang dijilat; 2 perbuatan menjilat; 3 hasil menjilat;

penjilat/pen·ji·lat/ n orang yang suka berbuat sesuatu untuk mencari muka (mendapat pujian);

penjilatan/pen·ji·lat·an/ n proses, cara, perbuatan menjilat

Sumber : kbbi.web.id