Pengalaman Balik Nama Kendaraan

Time to share…

Kali ini saya mau sedikit sharing pengalaman saya saat proses balik nama kendaraan bermotor antar provinsi. Pasti kebayangnya udah ribet banget kan? Yup…kalau udah namanya berurusan dengan birokrasi di negara kita yang katanya gemah ripah lohjinawi dan religius ini emang udah terkenal berbelit dan rawan terjerat UUD. Ujung Ujungnya Duit…wakwakwakwak…😅😅😅 Bitter truth ya…

Eits…tapi tunggu dulu. Negara kita sudah banyak kemajuan kok. Jadi jangan su’udzon dulu sebelum benar benar mengalami sendiri.

Jadi, semenjak teknologi informasi dan media sosial yang mudah diakses semua kalangan, banyak instansi dan tempat tempat pelayanan yang mau tidak mau akhirnya harus berbenah. Karena apa? Karena sekarang orang mudah untuk memonitor dan melaporkan jika ada ketidaksesuaian prosedur dengan peraturan yang seharusnya dilaksanakan. Fesbuk dan twitter jadi media paling populer yang banyak digunakan masyarakat untuk mempublikasikan kecurangan kecurangan yang banyak terjadi pada pos pos pelayanan publik. Terutama pada pos pos yang dari dulu dikenal sebagai “lahan basah” 😎😎 Tiada yang lebih horor bagi para pelaku pelayanan publik daripada ketahuan menyalahi protap dan menjadi viral. Mimpi terburuk para birokrat lah…

Nah…dalam urusan balik nama kendaraan ini setidaknya ada 3 pos pelayanan publik yang harus kita datangi. Samsat, Satlantas dan Polres. Sedangkan dokumen dokumen yang harus disiapkan adalah :

  • STNK asli dan fotokopinya
  • BPKB asli dan fotokopinya
  • KTP asli pemilik baru (pembeli) dan fotokopinya
  • Kuitansi pembelian kendaraan bermotor bermaterai Rp. 6.000 dan fotokopinya

Yang pertama harus dilakukan dalam proses balik nama kendaraan adalah cabut berkas dari daerah asal kendaraan. Karena kemarin beli kendaraan bernomor STNK Jogja Kota maka saya harus mengurus cabut berkas di Samsat Jogja Kota yang berlokasi di daerah Bumijo. Kabarnya sih sekarang sedang dikembangkan sistem yang memungkinkan cabut berkas via online. Jadi tidak ribet harus ke Samsat asal kendaraan. Coba bayangkan misalnya beli kendaraan di Jogja padahal sekarang posisi kendaraan dan domisili di Sulawesi. Repot kan??

Nah, untuk memulai proses pencabutan berkas, kita wajib melakukan cek fisik kendaraan terlebih dahulu. Cek fisik atau penggesekan nomor rangka kendaraan ini harus dilakukan di Samsat. Dan untungnya, untuk cek fisik kendaraan ini tidak harus dilakukan di Samsat asal kendaraan. Tapi bisa dilakukan di Samsat terdekat, dimana saja, yang menyediakan fasilitas bantuan cek fisik. Dan cek fisik ini gratis ya…(menurut peraturan harusnya gratis 😗) Contohnya saya, yang kemarin melakukan cek fisik di Samsat Kabupaten Magelang, padahal asal kendaraan dari Jogja Kota. Untuk cek fisik kendaraan ini jangan lupa kendaraanya harus dibawa yaaaa…😉

Sedikit tips bagi kalian yang mau melakukan cek fisik reguler maupun cek fisik bantuan, sebaiknya langsung datang ke loket cek fisik. Jangan malu bertanya jika bingung letak loketnya dimana. Tapi jangan mau juga kalau saat bertanya kemudian ada yang menawari “bantuan” biar lebih “cepat” dan “tidak perlu antri”. Karena sekali lagi, cek fisik ini adalah gratis. Dan prosesnya pun cepat kalau semua berkas berkas dan dokumen kendaraan lengkap. Tips kedua, jika bingung mau nanya ke siapa, carilah tempat fotokopi terdekat. Fotokopi saja berkas berkas yang diperlukan disitu, biasanya tukang fotokopi sudah hapal luar kepala apa saja yang perlu di fotokopi, bentuk fotokopinya bagaimana, penyusunannya bagaimana, habis fotokopi harus kemana.

Setelah selesai cek fisik kita akan mendapat dokumen hasil cek fisik kendaraan sebagai pelengkap dokumen yang diperlukan untuk proses pencabutan berkas kendaraan di Samsat asal kendaraan. Karena dari awal saya sudah bertekad untuk mengurus semuanya sendiri, maka dari jauh hari saya sudah full amunisi nih. Mulai dari cari info lewat browsing di internet tentang prosedur balik nama, sampai stalking akun media sosial Samsat Kota Jogja dan Samsat Kabupaten Magelang untuk menggali informasi. Jadi paling tidak saya sudah dapat gambaran besaran biaya dan lokasi lokasi yang harus didatangi dan dokumen yang harus dipersiapkan. Dan tak lupa saya juga mencatat jam pelayanan masing masing pos pelayanan untuk time planning.

Sabtu awal Desember saya mulai proses dengan memanfaatkan fasilitas cek fisik bantu di Samsat Kota Mungkid Kabupaten Magelang. Sebagai catatan, kita hanya perlu membawa kendaraan yang akan dibalik nama saat cek fisik saja. Setelah mendapat hasil cek fisik, kita sudah tidak perlu lagi membawa kendaraan yang akan dibalik nama ke Samsat maupun ke Polres.

Setelah itu saya mendaftarkan pencabutan berkas ke Samsat Jogja Kota. Di Samsat Jogja Kota ini saya langsung cari loket Mutasi. Setelah menumpuk berkas pendaftaran ternyata saya dipanggil sama mas petugasnya dan disuruh untuk membawa berkas ke bagian belakang gedung untuk verifikasi hasil cek fisik kendaraan.

Saat saya sampai di bagian verifikasi ternyata antrian sudah penuh. Padahal saya dari awal berangkat sepagi mungkin dan sampai tekape jam 8 kurang. Antrian di loket ini pun tidak begitu teratur dan ruangan yang sempit tidak sebanding dengan banyaknya pengantri. Disini ternyata saya disuruh memfotokopi beberapa berkas lagi. Yang kata petugasnya “bawa aja ke fotokopian di samping. Nanti tukang fotokopinya sudah paham” 😅 Bagi kalian yang tidak familiar dan belum pernah menjalani berbagai macam prosedur birokratis di Indonesia pasti ngga sabaran dan males banget…😅😅 Nah…habis dari fotokopi ini saya dikasih tahu sama mas tukang fotokopinya “ini dibawa langsung ke loket sebelah ya Bu..” yang saya lupa loket apa. Yang jelas di loket ini berkas berkas saya diperiksa dan dicap cap gitu. Eh iya..sampai di tahap ini semua tidak dimintai pungutan biaya ya…jadi praktis saya hanya keluar biaya buat fotokopi aja.

Setelah berkas dicap cap, saya disuruh langsung ke bagian Satlantas yang gedungnya bersebelahan dengan gedung Samsat. Disini saya langsung cari loket mutasi. Di loket ini berkas saya kembali diperiksa kemudian setelah oke, saya diberi kertas kecil untuk membayar biaya balik nama melalui bank. Dan tidak makan waktu lama karena loket teller bank nya (Bank BRI) bersebelahan dengan loket mutasi…hehehe. Dan bayarnya sesuai dengan ketentuan ya. Dan besaran biaya ini sudah ditempel di depan loket agar terlihat semua orang. Fyi, saya lihat, baik di Samsat Kabupaten Magelang, di Samsat Jogja Kota maupun di Satlantas ini, begitu kita masuk, langsung terlihat banyak banner terpasang yang berisi larangan menggunakan jasa calo dan melaporkan apabila terjadi praktek praktek pungli. Siiiplah…👍👍

Selesai bayar di teller, bukti pembayaran kita serahkan ke loket mutasi. Tinggal nunggu dipanggil nama setelah berkas selesai diperiksa. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya dipanggil dan berkas kembali diserahkan dan diminta kembali ke loket mutasi Samsat di gedung sebelahnya. Disini berkas saya serahkan dan saya diberi bukti penerimaan berupa secarik kertas yang berisi tanggal saya harus kembali untuk mengambil berkas pencabutan yang sudah jadi. Dari tanggal tertera ternyata saya harus kembali ambil berkasnya pertengahan Januari yang berarti sebulan lagi. Kalau saya browsing browsing sih katanya prosesnya sekitar 2 minggu, tapi mungkin karena waktu itu bersamaan dengan menjelang libur panjang natal dan tahun baru jadi prosesnya lebih lama.

Sebulan kemudian, sesuai tanggal yang tertera, saya kembali ke Samsat Jogja Kota dan menyerahkan kertas tanda bukti. Tidak berapa lama langsung dipanggil dan diberi berkas berkas yang tersegel didalam map yang distaples rapat. Di sini petugasnya menjelaskan bahwa proses pencabutan sudah selesai dan saya bisa langsung memproses penerbitan BPKB dan STNK baru di Samsat Kabupaten Magelang. Sippp…tahap pertama sudah selesai.

Esoknya saya langsung ke Samsat Kabupaten Magelang dan menyerahkan berkas yang saya dapat dari Samsat Jogja Kota ke loket mutasi. Dari loket ini ternyata ada berkas yang kurang fotokopi. Saya langsung ke warung fotokopi didepan Samsat, dan begitu saya serahkan berkasnya bapak tukang fotokopinya udah langsung ngeh mana yang harus difotokopi…😄 Kembali ke loket mutasi, saya serahkan berkas dan oleh petugasnya diberi form tanda terima dan saya diminta langsung ke Polres Magelang untuk pengurusan penerbitan BPKB sesuai dengan tanggal yang tertera yaitu 2 minggu lagi.

Tepat sesuai dengan tanggal yang ditentukan saya datang ke Polres Magelang yang terletak tidak jauh dari Komplek Kantor Pemda Kabupaten Magelang. Disini saya menyerahkan tanda terima dari Samsat dan kemudian dipanggil untuk membayar biaya penerbitan BPKB. Dan di Polres ini semua biaya retribusi ditempel besar di depan loket sehingga bisa dilihat semua orang. Setelah selesai pembayaran, mendapat tanda terima, berkas kembali diserahkan dan petugas menjelaskan bahwa BPKB yang baru bisa diambil sesuai dengan tanggal yang tertera di bukti pembayaran (3 bulan lagi) dan selanjutnya saya bisa langsung membawa berkas ke Samsat untuk melanjutkan proses penerbitan STNK dan nomot plat kendaraan yang baru.

Dari Polres saya langsung meluncur ke Samsat dan menyerahkan berkas kembali. Disini saya diminta mengisi formulir data cek fisik kendaraan. Kemudian diminta langsung ke loket kasir dan menunggu panggilan untuk membayar pajak kendaraan, penerbitan STNK dan plat nomor kendaraan. Setelah selesai pembayaran, tinggal menunggu panggilan untuk penerimaan STNK dan plat nomor. Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya saya mendapat STNK dan plat nomor kendaraan yang baru…yeaaaayyy….😍😍😍

Selesai sudaaaaaah….tinggal nunggu 3 bulan lagi buat ambil BPKB di Polres. Hehehe…ternyata ngga terlalu ribet dan mudah. Jadi kuncinya adalah kelengkapan berkas berkas. Asalnya berkasnya lengkap dan benar pasti lancaaar….dan jangan lupa, jangan malu untuk bertanya. Hehehe…😊😊😊